Category Archives: Cuap-cuap

Gadget Adalah Candu

Terlalu berlebihan memang jika menyebut gadget sebagai sebuah candu. Namun fenomena yang terjadi luas di kalangan manusia modern saat ini tak menutup kemungkinan pengistilahan tersebut. Banyak orang yang memiliki ketergantungan terhadap gadget seperti halnya ketergantungan terhadap candu atau opium, baik itu berupa telepon genggam, tablet, notebook hingga perangkat elektronik lainnya. Gadget sendiri adalah istilah untuk sebuah perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus, seperti misalnya telepon genggam yang berfungsi untuk melakukan komunikasi suara jarak jauh serta kirim-terima pesan pendek dan saat ini fungsinya melebar tidak hanya sebagai dua hal tersebut tetapi menjadi perangkat multimedia mini.

Ketergantungan orang-orang terhadap gadget dapat dengan kentara terlihat dalam kesehariannya. Ketika baru bangun tidur, hal pertama yang dilakukan biasanya adalah menggapai telepon genggam untuk memeriksa apakah ada notifikasi yang masuk atau tidak. Sampai ketika ingin menutup mata tak lupa untuk memberitahukan kepada khalayak ramai seantero media sosial bahwa dirinya akan tidur lalu memasang bel penanda bangun diaktifkan dan kemudian gadgetnya diletakkan di tempat terdekat dan mudah terjangkau oleh tangan ketika terbangun. Continue reading

Advertisements

Leave a comment

Filed under Cuap-cuap

Kala Langit Mulai Redup dan Lampu Mulai Dinyalakan.

Semalam kamu menginap di rumahku, sama sekali tak ada batasan yang menghalangi mu untuk tidur di kasur yang sama denganku. Kita terlalu dekat bila hanya disebut sebagai seorang teman atau sahabat, namun terlalu naif bila kita memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih yang saling jatuh cinta. Entahlah, hubungan yang tak jelas ini sangat aku dan kamu nikmati, tanpa peduli hubungan pacar atau sekedar teman. Setidaknya kita selalu saling dibutuhkan disaat aku atau kamu membutuhkan, kita saling tersedia bila diperlukan.

Sore itu hujan deras tak kunjung reda dan cuaca dingin melingkupi rumahku. Sudah dua hari kamu menginap di rumahku. Kebetulan aku pun sedang malas untuk pergi ke kantor, beberapa pekerjaan aku lakukan dari rumah saja. Kamu pun sedang tak ada perkuliahan, sehingga memiliki waktu luang untuk bersantai denganku. Berbagai aktifitas kamu lakukan di rumahku, seperti memasak, membersihkan rumah dan juga merawat bunga-bunga di taman belakang rumahku. Bunga-bunga itu adalah permintaan darimu sendiri, hingga mau tidak mau, kamu juga harus bertanggung jawab untuk merawatnya.
Continue reading

Leave a comment

Filed under Cuap-cuap

Makan Malam Termewah

Senja mulai pudar dan malam mulai terang intensitasnya, aku menyusuri kotamu selepas kamu menjemputku dari tempat paling melankolis yang beberapa kali aku singgahi pada setiap kota atau negara yang ku kunjungi. Kamu mengajakku untuk menikmati indahnya malam di kotamu, malam-malam terang dimana kota paling modern tak pernah tertidur dan hati yang bersinar tak pernah padam pada sebuah harapan yang kami nyalakan malam itu.

Kamu menghentikan mobilmu pada sebuah tempat, persis di tengah kota, dimana di situ berdiri sebuah ikon kota bahkan negaramu. Sebuah tempat makan yang tak terlalu mewah-mewah amat, cenderung redup bila dibandingkan dengan lampu-lampu jalanan dan pendaran cahaya dari gedung-gedung pencakar langit. Remangnya tempat itu menciptakan kesan romantis dengan latar belakang gedung pencakar langit yang gagah seolah menusuki langit dengan ujung menara yang tajam menjulang. Beberapa pasangan berada di tempat itu, menjalin kasih, saling bercerita atau sekedar mengisi mengisi perut yang lapar. Ada juga beberapa anak muda yang menghabiskan malam di situ, tertawa, bersendagurau dan terkadang melirik-lirik pada setiap manusia yang lewat di sekitarnya. Continue reading

Leave a comment

Filed under Cuap-cuap

Hujan

Ah hujan kenapa tidak reda juga? Aku sudah lama berteduh di sini dan kamu tidak kunjung selesai membasahi tanah. Hingga berapa lama lagi aku harus menunggu di tempat gelap ini untuk menghindar darimu? Kamu juga membuatku ingin merasakan kehangatan saat ini juga, karena udara dingin yang kamu sebabkan. Tapi aku tetap belum bisa beranjak juga karena kamu masih penuh intensitas turun dari langit. Berhentilah barang sejenak sehingga aku bisa bergerak ke tempat yang lebih nyaman ketimbang tempat gelap ini.

Aku menunggu lima menit, sepuluh menit, duapuluh menit, satu jam dan, ya akhirnya kamu mau berbaik hati untuk reda sejenak. Aku harus segera bergerak, ya bergerak, beranjak menuju tempat yang lebih nyaman. Setidaknya tidak gelap-gelapan dan kedinginan seperti ini. Aku sudah cukup mengigil kedinginan. Kamu sudah tega berlama-lama turun dan memaksaku menunggu di tempat gelap sambil menggigil seperti ini. Continue reading

Leave a comment

Filed under Cuap-cuap

Kamar Kecil

Buat saya, kamar adalah dunia kecil dimana saya tinggal, dunia kecil dimana saya bisa menikmati hidup, menikmati rasa lelah yang tersisa selepas kerja, menikmati musik, menikmati sinar mentari yang menembus jendela. Kamar kost yang berukuran 3×3 meter dikawasan Jakarta Selatan, sudah belasan bulan saya tempati. Tidak terlalu besar tetapi juga tidak kelewat sempit untuk saya tempati. Pintu terletak di tembok sisi selatan dan jendela menghiasi sisi timur tembok kamar.

Di dalamnya berisi -tentu saja- kasur yang menjadi persinggahan akhir pelepas rasa capek serta penetrasi rasa kantuk. Kasur yang diletakkan di sisi terdalam, bersebrangan dengan pintu, menempel langsung dengan tembok di sebelah utara. Sementara di sisi tembok timur ada lemari pakaian yang di dalamnya bertumpuk berbagai sandang berupa kaos yang mayoritas berwarna hitam sejumlah kurang-lebih 50 helai, kemudian belasan kemeja untuk bekerja, lalu celana panjang maupun pendek serta pelengkap pakaian lainnya. Lemari kayu berwarna cokelat menjadi tempat ternyaman bagi pakaian-pakaian yang sering saya kenakan, selain juga untuk memenuhi ruangan. Di sebelah lemari, ada meja beserta kursinya. Pada meja tersebut menjadi landasan bagi harddisk eksternal, active speaker 2.1, jam meja, celengan, asbak serta perangkat kerja lainnya, terkadang uang recehan juga berserakan di atasnya. Acapkali saya menggunakan meja dan kursi itu untuk melakukan pekerjaan sampingan apabila sedang berada di kost. Continue reading

Leave a comment

Filed under Cuap-cuap

Umuh

Sebuah nama yang melekat pada seseorang terkadang bisa berakibat buruk apabila ada orang lain yang bernama sama dan berkelakuan buruk. Contoh saja ketika melintas nama Hitler dan dipastikan akan muncul ingatan seputar Nazi, begitu pula ketika tersebut nama Aidit maka akan segera terbayang komunis lantas generasi selanjutnyalah yang dengan berat ikut menyandang nama kemudian dianggap sama. Umuh, untuk sekarang ini mungkin bagi mayoritas bobotoh Persib merupakan sebuah nama yang cukup naik daun. Beliau sebagai orang yang paling sering disebut namanya oleh media-media cetak maupun elektronik menerima cercaan dan makian oleh kejengkelan-kejengkelan dari orang-orang yang tidak sejalan dengan pikirannya. Continue reading

Leave a comment

Filed under Cuap-cuap, Football

Bemo

Sore tadi selepas hujan aku menuju kawasan Pejompongan untuk mengikuti sebuah kegiatan yang diadakan oleh Akademi Berbagi, sebuah kelas yang membahas tulis menulis dengan tajuk “Mencatat Hal Biasa dan Menuliskannya Dengan Sederhana” yang kebetulan juga dipandu oleh seseorang yang aku kenal. Aku juga mengetahui kegiatan tersebut dari beliau langsung. Sepulang dari tempat kegiatan tersebut aku langsung melaju pulang menuju tempat kost. Aku menggunakan kendaraan umum yang tersedia dari arah Pejompongan. Pilihan kendaraan umum dari tempat tersebut adalah taksi, ojek, bajaj dan bemo. Taksi, aku kira terlalu lazim untuk aku pergunakan dan seolah kembali membuat suatu waktu berulang dimana aku selalu menggunakan taksi ketika menjelajahi Jakarta sementara tak ada kendaraan umum lain yang melintas sesuai arah yang dituju atau trayeknya berbeda dari apa yang akan aku lalui. Ojek pun terlalu sering aku gunakan ketika memburu waktu menuju sebuah tempat. Sementara bajaj selalu membuat aku ketakutan apabila melaju, selain takut terguling, bajaj juga dapat dengan mudah didapati di Jakarta ini. Sehingga pilihan terakhir adalah bemo, karena aku memiliki waktu luang dan juga rasa-rasanya sudah lama tidak menaiki alat transportasi umum ini. Continue reading

1 Comment

Filed under Cuap-cuap